Arjjawa

Wataking Dina: Watak Hari dalam Kalender Jawa

ꦮꦠꦏꦶꦁꦢꦶꦤ

Wataking Dina: Watak dan Karakter Hari dalam Tradisi Jawa

No. 109. Wataking dina - Naskah Tradisi Jawa

"seba rata urawa mantri becik, arajang mungsuh becik"

(Hormat sama rata kepada pejabat yang baik, mengatur musuh dengan baik)

Dalam kebudayaan Jawa, setiap hari dalam seminggu diyakini memiliki watak atau karakteristik tertentu yang mempengaruhi kehidupan dan nasib seseorang. Pengetahuan ini tercatat dalam naskah-naskah kuno seperti "Wataking Dina" yang memberikan gambaran tentang sifat dan kecenderungan masing-masing hari.

Kepercayaan ini digunakan oleh masyarakat Jawa tradisional dalam menentukan waktu yang tepat untuk memulai kegiatan penting, melaksanakan upacara adat, atau memahami watak seseorang berdasarkan hari kelahirannya.

Tabel Wataking Dina (Watak Hari Jawa)

No. Hari Jawa Watak / Karakteristik
1 1Akad (Minggu) Becik, samudana, kalayu éla-êlu (Baik, mulia, tetapi mudah terpengaruh hal-hal buruk)
2 2Senèn (Senin) Semua barang patrapé (Semua tindakannya sesuai/patut)
3 3Slasa (Selasa) Sujana tan andélan, butarepan (Orang baik tetapi tidak dapat diandalkan, terburu-buru)
4 4Rebo (Rabu) Sembada, sebarang patut, rada sembrana (Cukup, segala sesuatu patut, agak sembrono)
5 5Kemis (Kamis) Ahlí surasa, mada, ngalem, lumuh kungkulan (Ahli rasa, halus, lembut, tetapi mudah menyerah)
6 6Jumuah (Jumat) Semuci-suci kuda-kudu resik (Sangat suci, harus bersih)
7 7Setu (Sabtu) Srakah barang karepé lan sumbung (Rakus akan keinginannya dan sombong)

Catatan: Pengetahuan tradisional ini merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Jawa yang mencoba memahami hubungan antara waktu (hari) dengan karakter manusia. Nilai-nilai ini sebaiknya dipahami dalam konteks budaya dan bukan sebagai penilaian mutlak terhadap seseorang.

Interpretasi dan Makna Filosofis

Akad (Minggu)

Hari yang dianggap baik dan mulia, tetapi orang yang lahir di hari ini perlu berhati-hati karena mudah terpengaruh hal-hal negatif. Dalam tradisi Jawa, hari Minggu sering dikaitkan dengan awal yang baru.

Senèn (Senin)

Hari dengan karakter yang stabil dan patut. Orang yang lahir di hari Senin diyakini memiliki tindakan yang sesuai dengan norma dan aturan.

Slasa (Selasa)

Meskipun memiliki niat baik, orang yang lahir di hari Selasa dianggap kurang dapat diandalkan dan cenderung terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Rebo (Rabu)

Hari dengan karakter "cukup" dan segala sesuatu dianggap patut. Namun, ada kecenderungan agak sembrono dalam tindakan.

Kemis (Kamis)

Hari dengan sifat halus, lembut, dan peka perasaan. Orang yang lahir di hari Kamis dianggap ahli dalam merasakan sesuatu, tetapi mudah menyerah.

Jumuah (Jumat)

Hari yang sangat suci dalam tradisi Jawa. Orang yang lahir di hari Jumat diyakini harus menjaga kebersihan dan kesucian dalam hidupnya.

Setu (Sabtu)

Hari dengan karakter yang perlu diwaspadai karena cenderung rakus dan sombong. Orang yang lahir di hari Sabtu perlu belajar mengendalikan keinginan dan kesombongan.

Pengetahuan tradisional ini merupakan warisan budaya yang menggambarkan bagaimana masyarakat Jawa memahami hubungan antara waktu, karakter manusia, dan kehidupan.

Tabel Wataking Dina | Pengetahuan Tradisional Masyarakat Jawa

Sumber: Naskah Jawa No. 109 - Wataking dina

© Warisan Budaya Jawa | Untuk keperluan edukasi dan pelestarian tradisi

72

Cari Blog Ini

Sitemap

........................................................................................................................................................................