ꦮꦠꦏꦶꦁꦱꦱꦶ
Wataking Sasi: Watak dan Karakter Bulan dalam Kalender Jawa
Dalam kebudayaan Jawa, setiap bulan dalam kalender Jawa (sasi) diyakini memiliki watak atau karakteristik tertentu yang mempengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini tercermin dalam naskah-naskah tradisional Jawa seperti "Wataking Sasi" yang memberikan gambaran tentang kecenderungan atau sifat setiap bulan.
Pengetahuan ini digunakan oleh masyarakat Jawa tradisional untuk menentukan waktu yang tepat dalam melakukan berbagai aktivitas, seperti bercocok tanam, melaksanakan upacara adat, memulai usaha, atau bahkan untuk kewaspadaan terhadap hal-hal yang mungkin terjadi pada bulan tertentu.
Tabel Wataking Sasi (Watak Bulan Jawa)
| No. | Bulan Jawa | Watak / Karakteristik |
|---|---|---|
| 1 | Sura Muharram | Héra-heru akèh bilahiné teka (Banyak kejadian/kejutan yang datang) |
| 2 | Sapar Shafar | Beciké samadya (Kebaikannya sedang/sederhana) |
| 3 | Rabingulawal Rabiul Awal | Apesan, geringan, kepatèn (Mudah celaka, sakit, atau meninggal) |
| 4 | Rabingulakir Rabiul Akhir | Slamet samubarang gawé (Selamat dalam segala pekerjaan) |
| 5 | Jumadilawal Jumadil Awal | Geringen genti-genti (Sakitnya silih berganti) |
| 6 | Jumadilakir Jumadil Akhir | Olèh rakhmating wong tuwa (Mendapat rahmat dari orang tua) |
| 7 | Rejeb Rajab | Akèh prakara (Banyak persoalan/urusan) |
| 8 | Ruwah Sya'ban | Rahayu slamet, manging yèn wis tiba brahat (Selamat sejahtera, kecuali jika sudah datang bahaya) |
| 9 | Pasa Ramadan | Olèh salaka lan rijeki (Mendapat perak dan rezeki) |
| 10 | Sawal Syawal | Akèh sedya ala (Banyak niat/maksud buruk) |
| 11 | Dulkaidah Dzulkaidah | Kinasihan sadulur (Disayangi sanak saudara) |
| 12 | Besar Dzulhijjah | Utama wedi tur slamet (Utamanya waspada dan selamat) |
Catatan: Nama-nama bulan Jawa berasal dari sistem penanggalan Hijriyah dengan adaptasi bahasa Jawa. Setiap bulan memiliki makna dan karakteristik tersendiri dalam tradisi masyarakat Jawa.
Interpretasi dan Makna Filosofis
Sura (Muharram)
Bulan pertama tahun Jawa yang dianggap penuh kejutan dan perubahan. Tradisi menyambut Sura dengan berbagai ritual seperti tirakatan dan kirab budaya.
Pasa (Ramadan)
Bulan suci yang dianggap membawa berkah dan rezeki. Masyarakat Jawa melakukan puasa, sedekah, dan berbagai amal kebajikan lainnya.
Sawal (Syawal)
Bulan setelah Ramadan yang perlu diwaspadai karena dianggap banyak niat buruk. Tradisi Jawa menganjurkan untuk tetap berhati-hati dan menjaga perilaku.
Besar (Dzulhijjah)
Bulan yang mengajarkan kewaspadaan dan keselamatan. Bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji dan hari raya Idul Adha.
Rejeb (Rajab)
Bulan yang dianggap banyak urusan dan persoalan. Dalam tradisi Jawa, bulan ini sering dikaitkan dengan persiapan menyambut bulan Ramadan.
Ruwah (Sya'ban)
Bulan untuk membersihkan diri dan lingkungan sebelum Ramadan. Tradisi "nyadran" atau ziarah kubur biasanya dilakukan pada bulan ini.
Pengetahuan tradisional ini merupakan warisan budaya yang perlu dipahami dalam konteks kearifan lokal masyarakat Jawa, bukan sebagai ramalan mutlak.